Selasa, 23 Juli 2013

Ayah Tercinta

Cerita ini mengingatkan kenanganku pada Ramadhan 1426 H, di saat itu alm. Ayahku masih ada.

Ayahku, lahir 20 Januari 1960. Beliau anak pertama dari 6 bersaudara. Seorang Ayah dari 3 orang anak perempuan. Beliau dikenal pintar dan lucu. Ibu yang pernah bercerita, terkesan karena lelucon yang Ayah lontarkan pada saat masih berkenalan. Begitu juga di kalangan teman - temannya. Ayah pencetus perkumpulan arisan alumni SMA seangkatan yang berada di Jakarta, jadi kalau setiap bulan, Ayah selalu menghadiri acara arisan yang diadakan.

Ayah yang baru melanjutkan pendidikan kuliah Sarjana di Fakultas Hukum, Universitas Tujuh Belas Agustus di Tanjung Priok tahun 2003, sudah memasuki semester 6 pada tahun 2005. Niat mulianya untuk meneruskan pendidikan yang beda 1 tahun setelah aku, tahun 2002, ingin sekali yang menghadiri wisudanya nanti adalah kami sekeluarga.

Ayahku seorang pegawai negeri, sejak muda beliau memang sudah merokok. Dan almh. Nenek ( ibu dari ayah ) memang punya riwayat sakit Liver ( kanker hati ), kondisi yang tidak terduga ayahku pada awal tahun 2005 hingga pertengahan masih terlihat bugar dan sehat, bahkan aku ingat saat kami masih masih merayakan pergantian tahun 2004/2005 di luar kota, Puncak, Bogor. Keseharian beliau memang dianggap jarang sakit, dengan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, beliau rela bekerja hingga larut malam bisnis dengan temannya. Ibu di rumah sangat khawatir dengan kondisi ayah, karena kalau terlalu capek pasti akan sakit. Bahkan harus ke luar kota.

Kekhawatiran ibu terhadap Ayah, ternyata terjadi. Ayah yang mulai terlihat tidak fit, merasa di bagian perutnya sakit dan mual. Sesekali mengeluh karena penciumannya terganggu. Sampai kebiasaannya merokok yang sudah dari muda, dihentikan karena membuatnya semakin tersiksa. Semakin lama, hari berlalu beliau memutuskan berobat setelah merasa badannya tidak enak, beliau tidak pernah check up. Jadi setelah memeriksakan di salah satu klinik terdekat dengan rumah, Ayah hanya di duga sakit maag. Semakin hari keadaan Ayah semakin kurang baik, walaupun pada saat itu masih tetap masuk kerja.

Kondisi Ayah yang di haruskan untuk check up, dokter di Rumah Sakit Persahabatan memvonis Ayah sakit liver stadium 4 dengan kondisi paru - paru yang juga sakit. Pengobatan tidak hanya saja di Rumah Sakit, di pengobatan Shinsei pun beliau coba. Walaupun paru - parunya yang sembuh total, namun tidak kuat untuk obat - obat tradisional, maka memutuskan di rumah tanpa berobat.

Tahun 2005, tepatnya tanggal 3 Oktober s/d 2 November 2005 bulan Ramadhan yang berkah hadir dalam suasana duka keluarga kami, melihat kondisi Ayah yang masih merasa kuat untuk puasa 1 bulan penuh dan Shalat 5 waktunya rajin sampai Shalat Terawih masih bisa ke Masjid walaupun tanpa Shalat witir. Subhanallah melihat perjuangan beliau. Sampai pada saat akhir Ramadhan, Ayah masih tetap bertahan dan melihat kondisinya masih terlihat kuat untuk shalat Ied bersama, dan setelah kembali ke rumah, kami merasa bersyukur Ayah masih terlihat kuat dan sehat. 

25 Januari 2006, aku yang saat itu masih di perjalanan pulang kuliah, mendapatkan SMS dari Ayah, mengabarkan kalau beliau sudah masuk Rumah Sakit Dharmais. Aku sedih mendengar kabar saat itu. Hanya 2 minggu saja aku dapat menjaganya di Rumah Sakit, setelahnya baru ibu yang menjaga Ayah karena aku ada urusan kuliah yang tidak bisa ditinggalkan. Kondisi Ayah makin hari semakin parah dan tindakan terakhir yang dilakukan dokter jalan satu - satunya Ayah di tawarkan untuk kemoterapi. Dokter menyarankan untuk pulang ke rumah, karena lebih baik di rawat di rumah saja. 

Tepat seminggu, pada hari Jum'at tanggal 3 Maret 2006, Ayah menghembuskan nafas terakhir. Ayah meninggalkan kami dengan begitu cepatnya. Namun yang kami kagumi, dengan kondisi ibadah beliau di bulan Ramadhan 1426 H adalah kenangan terakhir bagi kami dalam kebersamaan dengan Ayah tercinta.

Ayah...
Kami rindu akan senyummu...

Ya Allah...
Tempatkanlah ia di syurga-Mu...

- Always Love You, Ayah -




Sabtu, 28 Juli 2012

Digigit Tikus, Burungku 2 Mati




Saat almarhum bapakku masih ada, beliau sayang sekali denganku, apapun yang aku minta selalu dibelikannya.

Aku masih sekolah SMPN, dengan gaya anak - anak yang ingin mengetahui apa saja...

Suatu saat kami hanya berdua jalan - jalan sore hanya untuk menemeni beliau ke luar rumah untuk membeli roti bakar kegemarannya. Saat menikmati dan menyantap roti bakar dengan selai kacang kesukaannya dan kopi hitam, mata ini tak lepas dari pandangan sebuah toko makanan hewan di seberang warung kopi ini. Permintaanku tidak seperti biasanya, karena memang sebenarnya aku tidak biasa memelihara hewan di rumah, hanya adikku yang pernah merawat ikan sampai ikan itu mati sendiri karena usia. Almarhum bapak memperhatikan ke arah aku memandangi 2 ekor burung yang cantik, aku ingat betul warnanya perpaduan dari hijau dan kuning, setelah kami makan roti bakar dan menyudahi minum kopi juga teh yang aku pesan, bapak langsung menyebrang tanpa pikir panjang ke tempat toko makanan hewan tersebut. Aku pun segera menyusul... "Waah, cantik pak yang ini burungnya", "kenapa, kamu suka nduk?!" kata bapakku. "Iya, pak, beli yang ini yaa, nanti kalau sudah besar pasti tambah bagus warnanya" bujukku, dengan tanpa banyak alasan maka bapakku membelikanku 2 burung itu dengan makanannya. "Makasih pak, Henny suka banget sama warnanya..."

Sesampai di rumah, ibuku bertanya "siapa yang membeli burung? Memang bisa merawatnya?", "Ini yang beli Henny, bu,,, Henny suka banget sama warna burung ini, kandang burung yang bekas masih bisa kan?!" tanyaku pada ibu karena kami pernah merawat burung sebelumnya dan entah kemana burung - burung itu.

Dengan lincahnya burung - burung yang kubeli loncat ke sana ke mari, entah memang burung ini belum terbiasa dengan tempatnya atau karena ingin bebas.

Kutinggal saja di lantai atas rumahku karena kandang burung terhias di sana. Semalam suntuk aku tidak bisa tidur merasakan bagaimana burung itu bisa diam karena merasa nyaman denganku.

Paginya, aku kaget saat ibu berteriak "Henn, burungnya mati", aku sedih sekali melihat burungku mati tak berdaya, kelelahan atauuu... "Itu karena ada tikus semalem, pasti digigit tikus" ibuku berteriak.

"Yaaah, gimana donk" aku berteriak karena ibuku ada di bawah dan bapak diam saja karena hanya ingin membelikan untukku, "ya sudah aku kubur saja di tumpukkan pasir yang ada di sini" ucapku dalam hati.

Renungan : Amanah, aku tau tentang hak hidup dari seekor makhluk hidup, tapi aku tidak tau saat itu bagaimana caranya makhluk kecil tidak berdosa itu harus bertahan hidup, karena lepas dari pengawasanku dan burung - burung itu mati begitu saja tanpa aku tau penyebabnya, kasihan juga. Turut berduka cita...

Rabu, 25 Juli 2012

Topeng Angkot





Di perpustakaan ku duduk terdiam dalam lamunanku saat ingat pagi tadi berangkat ke sekolah, lalu ku mencoba mengingat apakah ada PR untuk hari ini yang membuat serasa lama sekali di dalam Angkot C01. Dengan cepatnya Dina sahabatku membuyarkan lamunanku "Hei! Bengong aja, mikirin apaan sih kamu ini?! Niiih, aku dah selesaiin PR matematika dari hal 35 - 37 BAB 5", sambil menyodorkan buku PR ke arahku. "Makasih cinta, kamu baiiik banget, yuk balik ke kelas", ucapku. "Tunggu Anggiii..." teriak Dina kepadaku.
"Siapa cepat dia dapat bangku paling depan, asiiiik... bisa lihat pak Daniel yang keren itu" teriakku sambil menuju tempat yang ku inginkan.

Teeeeettttt....

Bel sudah berbunyi dan tak lama pak Daniel pun setelah menaruh tasnya di kursi, lalu dengan cepat mengambil posisi di depan. "Ayo, kalian yang sudah menyelesaikan PR harap mengumpulkan di meja, siapa yang sudah?". Dengan energi yang tersisa pagi ini, aku pun mengumpulkannya, lalu pak Daniel menanyakanku, "PR kamu sudah selesai Anggi...?", "sudah pak" sahutku, sabar banget nih guru , ucapku dalam hati. "Bagus Anggi, kamu memang pintar. Baik, sekarang catat PR selanjutnya ya! Coba lihat halaman 39 - 42 BAB 6". Aku menghampiri pak Daniel lagi, "pak, kami ingin les dengan bapak, apakah bapak bisa membantu saya dan Dina kapan bapak bisanya" tanyaku. "Tidak apa - apa kalau kalian mau ke rumah untuk belajar, di rumah ada ibu saya kok, nanti kalian ku kenalkan, jangan sungkan - sungkan ya"

Pelajaran demi pelajaran berlalu, jam 3 sore sudah waktunya pulang. Di jalan waktu memberhentikan angkot  memang sudah sepi, tidak ada penumpang lainnya. Tidak jauh berapa meter angkot tersebut berganti supir dengan membekali uang Rp. 30.000,- supir yang pertama turun dari Angkot. Tidak lama, supir angkot yang ke dua ini pun berbelok arah dan memberhentikan mikrolet, kenapa nih si mobil, pake berenti segala, ucapku dalam hati. Dengan cepatnya supir angkot malah ingin masuk dan dengan cepat dia mencekikku, seketika itu aku berteriak sekencang - kencangnya "Tolooooooongggg!!!!!", tiba - tiba ada pak Daniel yang turun dari motor dengan cepatnya menolongku, tapi dengan kelihaian supir angkot itupun keluar dari mikrolet  berusaha melawan pak Daniel, saat mereka berkelahi aku segera menghubungi Dina untuk segera lapor ke polisi "Din, Dina,,, Din,,, tolongin aku sama pak Daniel di sini, cepetan panggilin polisi ke warung sate dengan belokan, cepetan Din, cepeetan ya!!!". 2 menit kemudian terdengar suara sirene polisi dan dengan cepatnya supir angkot itu mengeluarkan pisau lipat tanpa sepengetahuan kami, dan menusuk perut pak Daniel. "YA ALLAH, PAK DANIEEELLL...!!! teriakku. Dua orang polisi langsung mengejar dan dalam waktu singkat mereka menangkap supir itu.


Di ruang ICU...

"Pak Daniel, hiks, hiks..." ucapku lirih. "Sabar Anggi, pak Daniel lagi dalam pertolongan medis" Dina menenangkanku.

Sesaat kemudian suster mengabari kalau pak Daniel tidak selamat. "Maaf, ada dari pihak keluarga?", "Iya, tadi sudah dihubungi masih di jalan, saya muridnya sus, bagaimana keadaan pak Daniel". "Pak Daniel tidak selamat, ia meninggal saat dalam pertolongan tadi karena luka tusuknya yang terlalu dalam", seketika itu tangisanku tak dapat terbendung, rasanya sedih karena kepergiannya yang sangat cepat apalagi karena menolongku tadi.

"Maaf mba Anggi, pelaku tadi sudah kami mintai keterangan, mba juga harus segera memberikan penjelasan untuk kami telusuri kejahatan ini dan saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya guru mba Anggi" ucap salah satu polisi. "Iya pak, saya bersedia memberikan keterangan".

"Ternyata, kita ngga' bisa ke rumah pak Daniel untuk belajar ya Din?! Kita ke rumahnya untuk ta'ziah" obrolanku dengan Dina.

- Cerpen -

Sabtu, 21 Juli 2012

Situ Gunung

Berawal dari teman yang sudah lama tidak bertemu, Heny Hartini kirim wall yang ujung - ujungnya jadi kepengen banget aku ikutan jalan...


Hari itu juga aku di invite untuk masuk di group komunitas Taveller Kaskus oleh Henny (thanks yaa...), komunitas yang terdiri dari banyak orang yang memang hobby-nya jalan - jalan / nge-Trip / Backpacker sebutannya...


Walaupun terbilang baru, ternyata Traveller Kaskus mengundang untuk acara "Situ Gunung Rawk!! Santai sebelum Ramadhan", sebelumnya bimbang untuk ikut ke Situ Gunung atau ke rumah Dewi teman SD yang ingin sekali belajar merajut, tapi berhubung Dewi temanku sakit, alhasil rencananya batal. Karena mendadak, aku menghubungi Heny temanku apakah masih bisa aku ikut, karena sudah tanggal 12 Juli 2012 sedang acaranya 14 - 15 Juli 2012. Ternyata info dari Heny masih bisa.




14 Juli 2012


Meeting point jam 09.00 pagi di Stasiun Bogor, waktu itu bertemu Jarvik dan David yang sudah datang di Dunkin Donuts, tidak lama kami pun keluar dari area stasiun karena David lapar dan bingung mau makan apa, akhirnya ujung - ujungnya mampir ke Warung Padang, kalau tidak salah namanya "Trio".


Setelah kembali ke stasiun seperti rencana semula, kami bertemu dengan Heny, Mba Uci, Tuting, Jayeng dan Itd melanjutkan rencana belanja di Super Indo, setelah berkeliling membeli cemilan, minum, cumi, sosis, dsb kamipun berniat untuk makan siang dulu di warteg. Sambil menunggu teman yang menyusul akan datang ke tempat kami makan, yaitu Kadal, Husain, dan Dedy.

Setelah kami makan siang untuk mengganjal rasa lapar, kami berniat untuk menyewa angkot mikrolet ke arah Situ Gunung, Sukabumi.

Mba Uci, Aku, mas Dedy, Heny, David, Jayeng dan Tuting

Akhirnya kami dapat juga sewa Angkot dengan budget 250ribu, dengan muatan 11 orang kamipun berangkaaaaattttt...

Selama perjalanan kurang lebih 5 jam dengan jalan yang terkadang macet terhalang oleh beberapa truck yang juga melewati jalan itu. Sampai kami mengalami keram yang tidak segan - segan untuk meluruskan kaki atau menungging demi menghilangkannya, hahaa sangat luar biasa perjalanan kami...

Setelah sampai di seberang Villa tanpa Nama, kami masuk ke salah satunya memang hanya kami yang menginap di sana.

Tidak lama dengan persiapan makan malam, beberapa dari temanku yang sukarela untuk membakar cumi atau ikan, di temani dengan keramaian canda tawa dan juga permainan UNO, hahaa, kalau mengingat permainan ini pasti canda tawa menghiasi langkah perjalanan kami. Seingatku sampai jam 2 malam kami masih bermain, aku, mba Evi, mba Uci, Kadal, Husain, mas Dedy menggantikan Heny. Ternyata sampai jam setengah 4 masih ada yang bertahan, mba Uci, Kadal, Husain dan mas Dedy, hahaa, entahlah siapa yang menang dan kalah tidak menjadi acuan hanya kegembiraan yang mewarnai malam menjelang pagi untukku...


15 Juli 2012

Jam 4 pagi aku terbangun karena kami akan ke Danau Situ Gunung, karena masih terlalu pagi maka, sebagian tidur kembali sampai subuh tiba, setelah sholat Subuh, aku, Jarvik, Tating dan Itd menuju ke Danau.


Sampai juga kami ke Danau Situ Gunung, waaaahhh!! Udaranya sejuk dan pemandangannya sangat indah. Yang memang hobby foto, sangat bagus untuk di jepret nih, xixixi...

Aku dan Tuting sempat berjalan ke sebelah barat dengan nuansa yang berbeda 

Gelap yaah, maklum kamera HP

Ada tulisannya nih, Situ Gunung

Setelah kembali karena berniat mencari Itd yang kami fikir ada di sini, maka kami kembali dan sempat berfoto lagi...

Seperti inilah hasil jepretan dari kamera DSLR :

Aku dan Tuting

Tuting




Ini hasil foto bersama yang ke Danau pagi itu untuk melihat Sunrise :


David, Itd, Arif, Jarvik, Tuting dan Aku


Pagi yang cerah, sampai di villa kamipun sarapan pagi dan ternyata chef kita mas Dedy masih dengan kipasannya untuk membakar ikan, waah, makanan yang disuguhkan untuk kami pun terasa sangat berkesan, buanyaakkk.


Sampai siang kami pun harus beberes dan menyiapkan perjalanan untuk pulang, sampai di jalan besar kami menyewa bobil kol dengan tarif 15ribu per orang sampai Baranangsiang... Tapi aku, Heny, mba Uci, Itd, Jayeng dan David berpisah untuk kembali ke stasiun Bogor. Kamipun berpisah di masing - masing stasiun yang berbeda, karena sempat tertidur, waktu mba Uci turun di stasiun Depok aku tidak melihat, Itd yang turun di Stasiun Pasar Minggu dan aku turun di Stasiun Tebet.

Kembali ke rumah masing - masing dan menjalani aktifitas seperti semula, kangen mau jalan bareng lagi dengan Traveller Kaskus, thanks yaa perjalanan awal yang memuaskan...

...Salam Travel...

Kopdar Rajut di Tulip Handicraft & Gift

Bermula gabung di milis merajut, mau banget melatih rajut yang masih di bilang pemula untuk jadi ahlinya. Selang beberapa hari setelah memperkenalkan diri, ternyata masuk di inbox pribadi undangan kopdar dari seorang wanita yang bernama sama dan mirip sekali, yaitu Heni Widiastuti,
seseorang yang membuat penasaran ingin sekali bertemu. 






23 Juni 2012


Kami janjian di Toko TULIP Handicraft & Gift jam 9, dengan semangatnya kopdar membuat aku datang di sana sebelum jam 9 ternyata belum buka lalu sempat pulang ke rumah dan kembali lagi setelah 15 menit dan ternyata sudah ada yang menunggu dan ada seorang pria dengan kemampuan merajutnya yang sudah bagus, mas Aji panggilannya, yang membuat aku terkagum - kagum mas Aji saat aku datang sedang membuat shawl berwarna hijau, trus melihat hasl karyanya yang lain, penggemar Juventus ini sudah membuat hiasan dinding, topi, tas dengan tema Juventus, apalagi di TULIP tersedia banyak pilihan jenis dan warna benang dengan harga terjangkau.


Bu Heni yang tiba dengan senang hati kami saling berkenalan dan setelah mengenal beliau, ternyata sosok ibu beranak 4 yang bekerja sebagai PNS di Kementrian Pemberdayaan Perempuan, membuat ilmu aku semakin menjadi bertambah. Beliau yang bertempat tinggal di Cipinang, dengan usianya yang menginjak 50 tahun, beliau tak pantang menyerah untuk duduk bersama dengan aku mencermati dan belajar merajut (crochet) tentunya. Waaah, senangnya bertemu kembali dengan para sehobby. 








Saya pun tidak mau ketinggalan dengar info dari Mas Aji kalau pemilik Toko ini adalah seorang wanita karir, walaupun setelah dihubungi Mas Aji untuk datang tidak bisa karena harus ke sekolah anaknya di Pesantren, Bogor. Namun sangat bersedia untuk datang besok kalau aku ingin belajar knitting, infonya.






24 Juni 2012


Asiiiknya bisa belajar sekalian foto bareng langsung dengan mba Iffon, pemilik TULIP Handicraft & Gift, dan ternyata tetangga dekat, aku di Jl. Bunga Rampai 7, sedangkan mba Iffon di Jl. Bunga Rampai 8, kami juga di alumni yang sama di SD Malaka Jaya 06 dan SMP 139 Jakarta Timur. Sekarang kalau mau belajar dengan ahlinya dan membeli peralatan knitting ngga' perlu jauh - jauh harus ke Kelapa Gading seperti tahun 2005 pertama kali aku membeli alat merajut, semangat banget untuk terus berkarya. Mengagumi sosok seorang ibu dengan aktifitasnya bekerja di Telkom (Alumni Telkom, Bandung) membuat saya terinspirasi dengan hasil karya merajutnya yang WAAHHH kalau dikata...






Semangat merajut, akhirnya saya bisa juga knitting, merajut dengan 2 jarum... Terimakash mba Iffon atas ilmunya, sekarang aku tinggal meneruskan benang demi benang agar dapat membentuk shawl...



Launching Novel "KU Dekap Ibu di Sisi Baitullah"

16 Juni 2012


Di FB (Facebook), ada yang mention aku di salah satu undangan Launching Novel "Ku Dekap Ibu di Sisi Baitullah", yaa Om Akung Krisna yang juga sebagai pengisi / pembicara dalam acara Launching tersebut. Bahagianya dan berjuta rasa terimakasih atas undangan spesial yang mengantarkanku pada suatu tujuan agar dapat membuat Novel, bahagianya...


Malam itu aku juga berhubungan dengan mba Siska, baru saya add, saya tanya lewat inbox bagaimana jadi datang atau tidak, bertukar no HP, langsung kami janjian.


Alangkah senangnya bisa dapat bertemu dengan sahabat menulis di PNBB, fikirku dalam hati






17 Juni 2012


Pagi yang cerah membawa suasana yang semakin membuncah, untukku segera datang menemui mba Siska yang sudah buat janji di depan mall Cijantung. Aku yang melewati Jalan Condet lalu melewati Rumah Sakit Cijantung yang ramai pagi itu karena pasar kaget yang rutin setiap hari minggu di gelar.


Akhirnya bertemu juga dengan mba Siska, waktu itu sedang duduk menungguku. Kemudian kami berangkat tapi ada yang tertinggal, mba Siska lupa membawa Jacket, kamipun berniat untuk ke rumah mba Siska di daerah Cibubur untuk mengambil Jacket, setelah itu kamipun berangkat menuju daerah Cibinong arah Bogor.


Setelah kami melewati pasar Cibinong, kamipun langsung menuju kedai mie Janda milik kang Achoey di depan sekolah, ternyata kami salah, kami mengarah ke kedai mie Janda yang ada di seberang Super Indo, Cibinong.


Tepat jam 9 kami sampai dengan melihat kedai lesehan mie Janda sudah rapi dan pembicara yaitu om Akung juga para peserta juga sudah kumpul, tak lama acaranya pun di mulai.


Di buka oleh Kang Achoey selaku pemilik kedai, dan notulen oleh mas Arief dari GPM Bogor. Om Akung memberikan materi tentang menulis, menjual, bagaimana jadi penulis Novel, dan sharing pengalamannya, juga pengalaman Kang Achoey, aktifnya GPM Bogor, dan waah banyak sekali ilmu yang aku dapatkan.


Berselang hingga 1 jam pembicara dari sang penulis yaitu pak Rian el Harist (Riyanto) datang lalu membedah Novel yang beliau buat juga beberapa Novel sebelumnya, berkisah tentang pengalaman hidupnya yang sungguh memberikan motivasi dan inspirasi untuk aku khususnya yaitu tentang kedua orang tuanya, khususnya ibu dari pak Riyanto, dengan membuat Novel trilogi tersebut, sungguh menginspirasiku tentang makna hidup yang indah di dunia ini.


Di akhir acara, setelah beberapa pertanyaan dilontarkan dari beberapa sahabat, ada doorprise yang disediakan untuk para peserta yaitu 2 buah Novel "Ku Dekap Ibu di Sisi Baitullah" dari Pak Riyanto selaku penulis dan ada siomay online dari om Akung juga 1 buah kaos.


Mau lihat bagaimana Nay & mba Rahma membaca Puisi?




Nay lagi membacakan puisi om Akung


Nay mendapatkan Novel dari pak Riyanto & siomay online dari om Akung


Mba Rahma sedang membacakan puisi pak Riyanto


Mba Rahma mendapatkan Novel & siomay online


Setelah kami mengakhiri acara, tak lupa kami ditawarkan untuk membeli Novel pak Riyanto dan beberapa buku. Saya ambil Novel "Ku Dekap Ibu di Sisi Baitullah" dari penerbitnya langsung dan mendapat harga lumayan, aku juga membeli buku terbitan penulis hebat PNBB yaitu "Penghapus Mendung" dari mba Risma.

Dan yang aku ingat buku "Penghapus Mendung" yang keesokan harinya baru aku transfer, sepertinya Novelnya belum, waktu ingin melunasi pembayarannya dan menelpon mba Siska ternyata mba Siska sudah membayarnya, thanks mba Siska, semoga bermanfaat...



Indahnya pertemuan kami yang singkat pada hari itu, tapi tak lupa untuk mengenang lewat foto ini :





Senin, 16 Juli 2012

Obat Alergi First Love





ALBERT EINSTEIN : How on earth are you ever going to explain in terms of chemistry and physics so important a biological phenomenon as first love?

Untuk apa pertanyaan seperti itu diungkapkan, menurut saya pasti jawabannya mungkin saja...

Jikalau pengalaman yang saya hadapi membuat Anda tidak percaya, ketidakpercayaan Anda adalah ketidakharusan Anda mengomentari hal yang satu ini dalam hidup saya.

Pasangan hidup manusia dalam ikatan pernikahan, ada pria dan wanita, ada suami dan istri, ada ayah dan bunda.

Apakah Anda pernah merasakan ketidakcocokan dalam pernikahan Anda?
Jika ya, maka Anda harus merenungi apakah yang Anda putuskan membuat Anda tidak menyesali akan kehidupan Anda sekarang dalam berperilaku di dalam masyarakat. Coba saja pasangan suami dan istri yang mempunyai kelanggengan kehidupan mereka tidak dapat menyelesaikan masalah dalam rumah tangga, mereka langsung masuk dalam tahap PERCERAIAN, ibarat neraka, hubungan yang tidak harmonis.

Salah satu tujuan utama dalam pernikahan adalah menciptakan keluarga yang damai dalam menjalani kehidupan bersama, untuk dapat memberikan dan menebarkan nilai kebaikan terhadap sesama.

Saya bangga akan keharmonisan bentuk keluarga, walaupun sudah bertahun – tahun menjalani hidup bersama, tentu sudah mengenal pribadi antara satu dan lainnya. Yang diperlukan inilah sebuah komitmen dengan pasangan hidup kita kelak.

Jangan sampai saat cinta yang sesungguhnya datang menghampiri, Anda mengatakan “Gue gak percaya first love”

Perlu Anda menikmati cinta yang datang atau yang Anda hampiri.

5 hal mengapa cinta itu bisa saling memberikan keajaiban bagi penikmatnya?

Mudah sekali,

Pertama
Dikarenakan mencintai pasangan hidup Anda karena memilih lewat berdo’a, maka terkadang di dalam mimpi saja sudah mengetahui calon pasangan hidup qta, maka Anda akan sangat menikmati bahwa tidak mudah Anda menemukannya karena keridhoan Allah.

Kedua
Merasakan First love, cinta yang tumbuh saat Anda memandang mata pasangan Anda, mendapatkan getaran listrik dalam tubuh Anda. Mencintai dan menyayangi pasangan hidup Anda dengan menerima apa adanya kondisi pasangan hidup kita.

Ketiga
Dijodohkan atau dikenalkan oleh orang yang sudah memahami Anda, lalu Anda dipertemukan dengannya, keadaan yang seperti itulah membuat Anda merasa cocok  jikalau Anda menerimanya dan orang tersebut mendapat perhatian dari Anda, tentu Anda sudah memiliki hal ketiga menjadi pasangan yang langgeng.

Keempat
Ternyata Anda disukai oleh seseorang yang sudah mengenal Anda sejak lama, hal ini tidak mengkhawatirkan akan pilihan Anda... Bahkan hanya dengan menabur benih – benih cinta yang di ridhoi Alllah.

Kelima
Baru mengenal sudah saling pengertian, menganggap satu sama lain adalah manusia terbaik, pasti akan teringat karena hal apa yang membuat Anda bisa percaya mengapa saat itu bertemu.

Point kedua, tidak semua manusia dapat merasakan saat dirinya sedang jatuh cinta seperti first love, baru hanya melihat atau berpandangan saja bisa langsung suka. Anda tidak mau dan menghindar? Lalu bagaimana mengatasinya?

Ada OBAT ALERGI FIRST LOVE-nya lho..???!

Mau tau?

Yang paling mujarab adalah memahami Indahnya cinta yang datang dalam hidup Anda atau yang Anda hampiri, karena begitu Anda keluar dari area cinta, maka Anda mengalami kegersangan hati untuk dapat mengerti akan cinta, sikap saling menyayangi, melewati hal untuk membentuk pribadi menjadi lebih dewasa. Maka nikmatilah, karena di saat cinta itu pergi, percayalah bahwa cinta Anda telah tertanam dihatinya.

Diambil dari